Kepada layar yang dirindukan,
Lama sudah kau menunggu di dermaga itu, tanpa desakkan yang menyudutkan serakku.
Kau biarkan hempasan ombak sesekali menerpamu yang kini menjadi catatan harianmu.
Dalam kejauhan kutahu kau selalu berharap aku menemuimu, setidaknya memberi kabar kapan aku kan memakaimu.
Namun, dengan lembut bahasamu kau lebih memilih diam dan menunggu waktu yang aku pun juga menunggu itu.
Layar,
Menemuimu nanti adalah awal yang masih misteri untukku.
Rumah pun belum jadi untuk bisa untukku singgah jika ingin rebah dalam lugu.
Aku masih berharap kau tahu aku pun begitu menjaga rindu itu.
Sebuah aksara yang telah kita sepakati bersama dalam tuju.
Lewat pagi lalu berganti malam tiap hembusannya sudah jenuh kuceritakan tentang rindu untukmu.
Entah kau dengar atau tidak, tetapi dayung masih setia kulihat di sana bersamamu.
Ya, menunggu untuk sebuah harap yang telah kita ramu.
Surakarta, 19 Juni 2014
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juni 2014
Senin, 05 Mei 2014
Untuk Sebuah Buku~Yosi Wulandari
Untuk sebuah buku,
Merangkaimu dalam lembaran-lembaran baru itu deru,
Entah kabarmu yang mungkin mulai jenuh aku pun resah,
Menyimpan segala gundah lewat teguh masih kupilih,
Bukan karena tak upaya yang kukuatkan, hanya ragaku terbatas tuk berlaku banyak,
Namun, bersabarlah kan kuayunkan celah-celah waktu yang mungkin hampir mengelak,
Lalu, kuselesaikan rajutan itu biar tak lagi terpisah karena gelisah yang tak bermakna.
Untuk sebuah buku,
lembarmu ada asa yang tak biasa
bukan karena gagahmu jika utuh
ada urat-urat makna yang bisa dimaknai bersama
Ah,
Bilaku bisa ajak waktu untuk bersahabat dengan raga,
mungkin tak banyak waku yang buat kau terabaikan,
Untuk sebuah buku,
Sabarlah menanti, biarkan jemari menyelesaikan yang mendesaknya,
Kan ada saatmu pun diraba dalam rindu yang begitu indah.
Merangkaimu dalam lembaran-lembaran baru itu deru,
Entah kabarmu yang mungkin mulai jenuh aku pun resah,
Menyimpan segala gundah lewat teguh masih kupilih,
Bukan karena tak upaya yang kukuatkan, hanya ragaku terbatas tuk berlaku banyak,
Namun, bersabarlah kan kuayunkan celah-celah waktu yang mungkin hampir mengelak,
Lalu, kuselesaikan rajutan itu biar tak lagi terpisah karena gelisah yang tak bermakna.
Untuk sebuah buku,
lembarmu ada asa yang tak biasa
bukan karena gagahmu jika utuh
ada urat-urat makna yang bisa dimaknai bersama
Ah,
Bilaku bisa ajak waktu untuk bersahabat dengan raga,
mungkin tak banyak waku yang buat kau terabaikan,
Untuk sebuah buku,
Sabarlah menanti, biarkan jemari menyelesaikan yang mendesaknya,
Kan ada saatmu pun diraba dalam rindu yang begitu indah.
Selasa, 22 Oktober 2013
Sekolah Kehidupan
Sekolah ini tak kan kita temui deretan bangku dan meja yang mengisi kekosongan ruang
tak kan pula melihat papan tulus beserta alat tulis yang menggantung
yang mengejakan aksara kepada kita tentang karangan remang
lalu membuihkan ribuan suara sumbang akan kebingungan mamang.
Sekolah ini tak perlu berpikir tentang biaya yang membuat kantong bolong
cukup bersedia berjalan manis dengan segala misteri yang datang
menerima ketika alam dan isinya mengejakan tawa dan duka yang sumbang
hanya bisa dimengerti dalam ruang misi keilhaman sembahyang
Sekolah ini berisi tantangan menemukan kata ikhlas dan tulus nan langka untuk ditemui
menilik jiwa yang masih menyimpannya di pundi hati pun sudah jarang terjadi
lalu kembali menemui Sang Guru beser lewat segala misteri
untuk harapan lulus terhormat di sekolah kehidupan ini
Sekolah ini selalu siapkan ujian dan tantangan di kemah tersembunyi
bahkan kadang di saat diri masih bermandi keringat pedih
posisi terbaik menjadi idaman hati
usaha dan doa perlu digiring agar impian diraih
Kata, biarkan aku bercerita
ini sebuah kehidupan
tempat aku hidup dan berkata
masih adakah nuansa kezaliman tak berhati yang menutupi sejatinya cinta idaman.
Inilah sajak sekolah kehidupan
sajak cinta yang ingin hidup di zaman edan
Surakarta, 23 Oktober 2013
Ruang Lab. Komputer PBSID UMS
tak kan pula melihat papan tulus beserta alat tulis yang menggantung
yang mengejakan aksara kepada kita tentang karangan remang
lalu membuihkan ribuan suara sumbang akan kebingungan mamang.
Sekolah ini tak perlu berpikir tentang biaya yang membuat kantong bolong
cukup bersedia berjalan manis dengan segala misteri yang datang
menerima ketika alam dan isinya mengejakan tawa dan duka yang sumbang
hanya bisa dimengerti dalam ruang misi keilhaman sembahyang
Sekolah ini berisi tantangan menemukan kata ikhlas dan tulus nan langka untuk ditemui
menilik jiwa yang masih menyimpannya di pundi hati pun sudah jarang terjadi
lalu kembali menemui Sang Guru beser lewat segala misteri
untuk harapan lulus terhormat di sekolah kehidupan ini
Sekolah ini selalu siapkan ujian dan tantangan di kemah tersembunyi
bahkan kadang di saat diri masih bermandi keringat pedih
posisi terbaik menjadi idaman hati
usaha dan doa perlu digiring agar impian diraih
Kata, biarkan aku bercerita
ini sebuah kehidupan
tempat aku hidup dan berkata
masih adakah nuansa kezaliman tak berhati yang menutupi sejatinya cinta idaman.
Inilah sajak sekolah kehidupan
sajak cinta yang ingin hidup di zaman edan
Surakarta, 23 Oktober 2013
Ruang Lab. Komputer PBSID UMS
Rabu, 12 Juni 2013
Aku Menulis Tentang Rabu
Kurasa getaran harap di hati hanya menjadi dahagaku
Telah tertata sudah dalam langkah bagaimana tentang Rabu
Hari yang terlewati untuk kutemui tiap wajah sendu tentang kalbu
Masih kubayangkan wajah-wajah itu yang selalu mengadu
Mengadu akan langkahnya yang terkadang terasa deru
Bisakah hatiku mengisi sedikit sendu meski kuragu
Namun ku ayunkan kata meski tak begitu merdu
Hanya ingin sedikit memeluk lelahnya meski tak sehangat ibu
Aku menulis tentang Rabu
Karenamu yang telah berbagi untukku
Wajahmu yang menghiasi warna didedikasiku untuk ilmu
Mencintai tiap pertemuan itu membuatku merindukanmu
Meski tak bisa kita memutar tiap pertemua itu
Bisikanlah doa di hati agar tiap usaha itu menjadi indah untukmu
Perjalanan panjang untuk yang terlihat semu
Biarlah kita sisiri untuk tiap harapan yang tlah kita karang di ruangan itu
Salam cintaku untuk pertemuan Rabu,
^_^
Telah tertata sudah dalam langkah bagaimana tentang Rabu
Hari yang terlewati untuk kutemui tiap wajah sendu tentang kalbu
Masih kubayangkan wajah-wajah itu yang selalu mengadu
Mengadu akan langkahnya yang terkadang terasa deru
Bisakah hatiku mengisi sedikit sendu meski kuragu
Namun ku ayunkan kata meski tak begitu merdu
Hanya ingin sedikit memeluk lelahnya meski tak sehangat ibu
Aku menulis tentang Rabu
Karenamu yang telah berbagi untukku
Wajahmu yang menghiasi warna didedikasiku untuk ilmu
Mencintai tiap pertemuan itu membuatku merindukanmu
Meski tak bisa kita memutar tiap pertemua itu
Bisikanlah doa di hati agar tiap usaha itu menjadi indah untukmu
Perjalanan panjang untuk yang terlihat semu
Biarlah kita sisiri untuk tiap harapan yang tlah kita karang di ruangan itu
Salam cintaku untuk pertemuan Rabu,
^_^
Kamis, 14 Februari 2013
Aku dan Pelangiku
Catatanku pada tatapan sepi
Aku tersungkur dalam tegak yang tak tahu tiang
Bergerak seolah tak ada lagi penyanga
Bicara seolah tak tahu lagi susunan terbaik
Menatap entah apa yang sedang dicari oleh si pupil kecil
Menyentuh seolah tak berasa
Aku ada dalam ketiadaan bahasaku
Kucari jemari pelipur lelahku
Kucari sentuhan yang menguatkanku
Kucari pelukan yang mensinergiku
Kucari tatapan yang menyehatkanku
Namun kubertemu dalam mimpi yang sudah tiada
Aku menatap terhampar kepingan yang perlu dekapan
Aku melangkah berhamburan cinta yang memenuhi dahaga
Aku penuh dalam pengaharapan
Aku penuh dalam mimpi
dan aku merangkulnya
Terpatri sudah kasih tiada tara nan kuhidupkan
Kusimak dalam tiap peluh dan penat diwajahnya
Merindu selalu menjadi pelepuh mutiara
Membisik namun terlalu lemah
Menunggu gema aliran darah kan bernyawa
dan aku peluk dalam tiap sujud untuknya
lalu, aku dan pelangku berbisik pada waktu ^_^
Rabu, 14 Desember 2011
Izinkan Aku Melukis Hati di Kota Itu
biarlah ini jka kau anggap goresan semu
biarlah ini jika kau anggap kekalutanku yg terburu rindu,,,
biarlah ini jika kau anggap aku terlalu utk sebuah sendu
karna aku pun tak ingn peduli kan itu,,,
Tlah ku tempuh dan sisiri jalan di kota ini,,,
tlah ku semaikan benih di pelantaran kota ini,,,
tlah ku bisikan rindu lewat malam yg hadir menyapa masih di kota ini,,
Namun,,,kota ini bisu tak menjawab tanya ini,,,,
Lalu,,,
dlam tbuh yg terkulai lemah dan kuyu
dalam tungkai yg terkerpos lesu
dalam himpitan emotif yang melampaui kelu
Kota itu berbisik menegurku,,,
Kota itu menyentuh dan menyentakku,,,
Kota itu menyapa dan menghembus dahagaku
Kota itu menyimpan cerita lwas untkku,,
Dan,,
Ku berharap
bukanlah kekeliruan yang terkira mereka
bukanlah kekeliruan yang teragu dalam kalut mereka
Andai saja waktu dpat mengatakan yg sebenarnya utkku
mungkin aku tak ingin mencobanya dan membuat dia hadir,,
Namun waktu mengajakku untuk mengikuti teka tekinya di kota itu
Hingga ku hendak belajar
Belajar melukis hati
melukis hati di Kota itu,,,
Izinkanlah aku jika itu memang benar dan baik untkku,,
Jika tidak berilah aku kanvas terindah tuk kulukiskan,,,
AMIN ^_^
biarlah ini jika kau anggap kekalutanku yg terburu rindu,,,
biarlah ini jika kau anggap aku terlalu utk sebuah sendu
karna aku pun tak ingn peduli kan itu,,,
Tlah ku tempuh dan sisiri jalan di kota ini,,,
tlah ku semaikan benih di pelantaran kota ini,,,
tlah ku bisikan rindu lewat malam yg hadir menyapa masih di kota ini,,
Namun,,,kota ini bisu tak menjawab tanya ini,,,,
Lalu,,,
dlam tbuh yg terkulai lemah dan kuyu
dalam tungkai yg terkerpos lesu
dalam himpitan emotif yang melampaui kelu
Kota itu berbisik menegurku,,,
Kota itu menyentuh dan menyentakku,,,
Kota itu menyapa dan menghembus dahagaku
Kota itu menyimpan cerita lwas untkku,,
Dan,,
Ku berharap
bukanlah kekeliruan yang terkira mereka
bukanlah kekeliruan yang teragu dalam kalut mereka
Andai saja waktu dpat mengatakan yg sebenarnya utkku
mungkin aku tak ingin mencobanya dan membuat dia hadir,,
Namun waktu mengajakku untuk mengikuti teka tekinya di kota itu
Hingga ku hendak belajar
Belajar melukis hati
melukis hati di Kota itu,,,
Izinkanlah aku jika itu memang benar dan baik untkku,,
Jika tidak berilah aku kanvas terindah tuk kulukiskan,,,
AMIN ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)








